Yofagemaperdana-Batharaguru.com

Study Music and Traditional Culture art in the Paradise of Indonesia

00.10

Pergelaran Orkestra Mahasiswa Teknik

Diposting oleh Study in the paradise of music


Jakarta - Sembilan gadis menari lincah. Kadang sambil berlarian, mereka mengelilingi panggung samping dan depan. Panggung luas yang dialasi karpet merah itu sendiri penuh oleh musisi dan alat musik yang dicahayai lampu-lampu kecil di setiap papan partitur.


Lagu Kembali ke Sekolah aransemen Elfa Secoria yang ditingkahi tarian itu membuka konser bertajuk “The Cinema of Life Symphony” yang digelar ITB Student Orchestra (ISO) di gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat. Pertunjukan semalam tersebut menandai lustrum perdana unit kegiatan orkestra mahasiswa ITB yang terbentuk pada 2 Maret 2005.


Gambaran perjalanan yang tak mudah disertai harapan besar untuk membentuk dan bermain dalam kelompok orkestra itulah yang ditampilkan dengan membawakan lagu-lagu original soundtrack film dalam dan luar negeri. Penonton seperti diajak memasuki gedung bioskop sambil menyaksikan sajian orkestra langsung.


Seusai lagu pembuka, beberapa detik kemudian mengalun denting gitar yang membawakan The Simpson's Theme. Di layar latar panggung, muncul thriller film kartun keluarga konyol Amerika itu sampai penghabisan lagu.


Seluruhnya ada 18 lagu yang dimainkan. Sebagian besar adalah original soundtrack, seperti The Entertainer dari film The Sting, A Whole New World (Aladdin), hingga The Black Pearl (Pirates of the Carribean: Curse of the Black Pearl. Satu-satunya original soundtrack film Indonesia yang terselip adalah lagu Sempurna (Andra & The Backbone) dari film Love. Setiap lagu mengusung cuplikan filmnya masing-masing.


Konser yang melibatkan 100 musisi dengan konduktor Muhammad Ghifary itu juga menggaet Paduan Suara Mahasiswa ITB, Marching Band Waditra Ganesha, Salamander Big Band, kelompok tari Infinity, dan bintang tamu Christopher Abimanyu. Dengan suara tenornya, Christopher melantunkan This Is The Moment (OST Jekyll & Hide), serta The Prayer (Quest for Camelot).


“Sebelumnya, konser ini hanya angan-angan belaka dengan segala keterbatasan kami," kata ketua pelaksana acara Charismatika Chinitra. Pertunjukan yang terbagi dalam 2 sesi itu cukup apik memadukan orkestra dengan balutan pop dan jazz. Lagu Go The Distance dari film Hercules menjadi pemungkas konser mahasiswa ITB Sabtu malam lalu itu.


»»  Baca Selanjut….

00.05

Robot dan Kelompok Orkestra Hasilkan Duet Maut

Diposting oleh Study in the paradise of music


Jakarta - Robot yang bisa bermain musik mungkin sudah biasa. Tapi robot yang satu ini mampu berduet dengan kelompok orkestra yang berjenis manusia. Tak ayal, duet maut yang dilakukan Karmetic Machine Orchestra ini berhasil memukau penonton.

Mereka yang berada di balik robot orkestra itu adalah para insinyur dan seniman. Mereka ingin membuat robot musisi yang dapat berinteraksi secara alami dengan musisi manusia untuk berkolaborasi menciptakan musik yang indah.

Berbasis di California Institute of the Arts di Los Angeles, Amerika Serikat, orkestra itu dipimpin oleh Ajay Kapur, seorang supervisor musik yang ahli dalam musik klasik India dan Michael Darling sebagai desainer production. Pagelaran perdananya diadakan pada bulan Januari lalu dan kini grup itu sedang menyiapkan diri untuk pertunjukan di CalArts tanggal 13 Mei.

Orkestra itu memiliki tiga perkusionis robot dan rencananya akan menambah dua robot lagi. Pada pertunjukan debutnya ada 10 pemain, 43 aktuator, dan 65 speaker.

Salah satu robot yaitu MahaDeviBot adalah robot drummer. Ia memainkan 12 instrumen seperti lonceng, finger cymbals, dan gong. Dia juga memiliki wajah memantul seperti dewi Hindu yang menunjukkan tempo musik.

Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (6/5/2010), para robot menggunakan sensor yang memudahkan untuk memberikan gambaran gerakan tangan konduktor orkestra. Mereka rupanya juga dapat diprogram menerima perintah untuk mengubah instrumen oleh musisi lain.

Ketika robot bermain tanpa diiringi musisi lain, musiknya terdengar suram. Namun, ketika pemain orkestra lain dan para penari bergabung suasana magis akan terasa. CalArts 'Walt Disney Modular Theater' diharapkan bisa menjadi tempat yang sempurna untuk penampilan unik ini. ( ash / ash )
»»  Baca Selanjut….

00.01

Paul McCartnet Raih Penghargaan Classical Brits 2007

Diposting oleh Study in the paradise of music


Album ECCE COR MEUM (BEHOLD MY HEART) dari mantan personil grup legendaris The Beatles, Paul McCartney memperoleh penghargaan album terbaik dalam acara Classical Brits yang berlangsung di Royal Albert Hall London.

Paul McCartney, yang belum lama bercerai dengan istri keduanya Heather Mills, berhasil memenangi penghargaan itu, setelah bersaing dengan pesohorlain, termasuk Sting, Katherine Jenkins, Alfie Boe dan Bryan Terfel.

Penghargaan Classical Brits diberikan kepada lagu terbaik berdasarkan pilihan suara yang masuk dari para pendengar radio dan pembaca majalah Classic FM.

Saat menerima penghargaan, Paul McCartley-pun menceritakan masa kecilnya saat ia tinggal di Liverpool, dan betapa bangganya kedua orang tuanya dengan kesuksesan yang diraihnya.

"Jika anda mengatakan ketika saya kecil dan tinggal di Liverpool, akan merima menghargaan dan sekarang saya berdiri diatas panggung Royal Albert Hall, pasti tidak akan ada yang percaya. Betapa bangganya kedua orang tua saya," ujar Paul McCartney, yang akan meluncurkan album terbarunya MEMORY ALMOST FULL pada bulan Juni mendatang, menjelang ulang tahunnya yang ke 65 berujar.

Kakek tiga cucu, yang tahun lalu menciptakan lagu When I'am Sixty Four, khusus untuk merayakan ulang dimana ia mengungkapkan bagaimana rambutnya mulai rontok mengalami krisis perkawinan saat bercerai dengan istri keduanya Heather Mills.

Album Paul McCartley Chaos and Creation in the Backyard yang diluncurkan tahun 2005 lalu sempat masuk dalam salah satu nominasi Grammy Awards. Sementara album MEMORY ALMOST FULL menjadi tonggak baru Starbucks Corp yang mendirikan perusahaan rekaman Hear Music.

Dalam album terbarunya yang berisi 13 lagu itu merupakan kali pertama sejak penyanyi yang menelurkan lagu-lagu legendaris seperti Hey Jude berpisah dengan perusahaan rekaman EMI Group Pls.

Sementara itu penghargaan untuk rekaman klasik tahun ini diraih oleh Berliner Philharmoniker oleh Simon Rattle dalam albumnya The Planets, sementara untuk penyanyi lagu klasik terbaik Anna Netrebko dengan Russian Album & Violett.

Penampilan penyanyi klasik remaja diraih oleh Ruth Palmer dalam albumnya Shostakovich/Violin Conserto No1, komposisi soundtrack diraih George Fenton dari Planet Earth, Instrumental terbaik diraih oleh Leif Ove Andsnes dari Horizons, sedangkan penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada Dr Vernon Handley CBE. (*/erl)

»»  Baca Selanjut….

23.56

Paul McCartney kencani Bintang Opera

Diposting oleh Study in the paradise of music


Musisi legendaris, Paul McCartney, dirumorkan sedang menjalin hubungan romantis dengan bintang opera yang seksi, Natasha Marsh, saat keduanya bertemu di Classical Brit Awards, minggu lalu - setelah Paul terlihat mengagumi sang pemilik suara sopran tersebut.

mantan pentolan The Beatles ini kepergok melihat Natasha terus-menerus - yang wajahnya mirip dengan istrinya, Heather Mills - dalam acara yang diselenggarakan di London, kamis (3/5) lalu.

Ia terdengar membisikan kepada temannya, "Wanita itu sangat seksi."

Hal inilah yang memicu gosip seputar pertemuan mereka selanjutnya. menurut suratkabar Daily Mirror, mereka telah menjalani beberapa kencan setelah pertemuan itu.

Jurubicara Natasha mengkonfirmasikan hal ini, "Paul minta untuk dikenalkan kepada Natasha seusai acara berakhir, dia kelihatan sangat tertarik dengan Natasha." (ctm/boo)

»»  Baca Selanjut….

23.50

Band Amatir Tampil di Java Jazz Festival

Diposting oleh Study in the paradise of music


Ajang Festival Java Jazz tak lama lagi akan digelar di Jakarta. Festival Jazz berkelas internasional ini rencananya akan menghadirkan beberapa musisi papan atas dunia seperti Toni Braxton dan John Legend.

Selain itu beberapa musisi jazz dari Indonesia juga akan meramaikan Java Jazz Festival 2010, sebut saja Andien, Dewa Budjana dan Gugun Blues Shelter.

Namun ternyata tak hanya musisi papan atas saja yang bisa ikut andil dalam ajang berskala internasional itu. Beberapa grup band beraliran jazz yang lolos audisi 'Road to Java Jazz' pun berkesempatan untuk tampil dalam ajang bergengsi ini.

'Road to Java Jazz' telah diselenggarakan sejak 22 Januari hingga 5 Februari 2010. Dari 15 finalis, dipilih empat band yang berhak tampil di panggung Delta FM pada saat Java Jazz 2010 berlangsung.

"Melalui ajang ini, kami menggali potensi bermusik jazz para pendengar kami khususnya dan juga para pemusik jazz amatir lainnya di Indonesia," ungkap General Manager Delta FM, Nia Suwardi, di jumpa pers 'Delta FM Gelar Road To Java Jazz', di Mazze, FX Plasa, Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Februari 2010.

Syahrani, juri sekaligus penyanyi jazz mengatakan bahwa kompetisi seperti ini dapat membawa dampak yang positif. "Selama ini kan spot-spot Jazz di sini masih kurang ya," keluh Syahrani.

Selain Syahrani, ada tiga juri lainnya yang memutuskan siapa saja band yang lolos, yakni Beben Supandi (pendiri komunitas jazz Kemayoran), Victor Rindanaung (Produser musik jazz dari Victorius Music Production dan Imran Amir.

»»  Baca Selanjut….

Laman