Yofagemaperdana-Batharaguru.com

Study Music and Traditional Culture art in the Paradise of Indonesia

23.42

Berita Music Dunia

Diposting oleh Study in the paradise of music


Ribut Panitia Khusus Bank Century di gedung parlemen tak menyurutkan niat musisi kaliber dunia mengisi perhelatan musik
internasional Java Jazz Festival 2010.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengaku tak ada kekhawatiran dari musisi-musisi tersebut atas ketidakstabilan politik di Indonesia. "Sama sekali tidak ada (membatalkan niat untuk datang), karena (kedatangan mereka) tidak ada kaitannya," kata Mari usai jumpa pers Java Jazz 2010 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2010.

Musisi-musisi ternama yang akan mewarnai ajang musik tersebut, antara lain Jason Mraz, John Legend, Toni Braxton, Kenny "Babyface" Edmonds dan Manhattan Transfer.

Java Jazz tahun ini akan digelar di PRJ Kemayoran, Jakarta, selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 5, 6, 7 Maret 2010.

Bahkan dia mengaku, dengan kedatangan musisi sekaliber Jason Mraz ke Indonesia tahun lalu, ikut menunjukkan persepsi bisnis di Indonesia masih menjanjikan.

Mari menyatakan, sudah tiga tahun berturut-turut kementriannya
mendukung terselenggaranya ajang Java Jazz Festival. "Bukan karena Peter F. Gontha teman saya, tapi karena tiga alasan," ujarnya.

Pertama, Java Jazz Festival berperan untuk mendorong dan mendukung industri kreatif, termasuk diantaranya industri musik dan industri pendukungnya seperti alat dan perekam musik. Kedua, ajang tersebut bisa menjadi sarana yang tepat untuk mengkampanyekan 100% Cinta Indonesia.

"Pengunjungnya kebanyakan anak muda, dan ajang ini bisa untuk program 100% Cinta Indonesia di kalangan muda. Selain itu, banyak pula musisi kita menunjukkan sikap cintanya dengan alat musik buatan dalam negeri, seperti gitar Raddick yang digunakan oleh Band Coklat," kata Mari.

ketiga, perhelatan tahunan ini dapat membantu upaya pencitraan
Indonesia (nation branding) di dunia internasional. "Jazzin' Up Remarkable Indonesia (tagline Java Jazz Festival 2010) bisa menjadi pencitraan Indonesia dan ini nation branding yang sangat efektif," kata dia.

Seperti halnya tahun lalu, tahun ini pun Kementerian Perdagangan
membangun Paviliun Kementerian Perdagangan dan panggung "The Hall of World Music" sepanjang Java Jazz berlangsung.

Mari menjelaskan, melalui "The Hall of World Music", musisi dari berbagai daerah diberi kesempatan untuk tampil dan membuktikan bahwa musik Jazz Indonesia mampu bersanding dengan musik Jazz dunia.

Sementara di paviliun Kementerian Perdagangan, akan ditampilkan
beberapa alat musik tradisional seperti sasando rote asal NTT, alat
musik modern gitar dan biola (Secco) dan saksofon kayu jati (Saxwood).

0 komentar:

Posting Komentar

Laman